Mengharu Biru Gerakan Peduli Purnabakti Pahlawan Tanpa Tanda Jasa

Jakarta, Suara Informasi – Panitia Acara Gerakan36Peduli yang menyelenggarakan kegiatan yang bertajuk `Gerakan Peduli Purnabakti Guru Pahlawan Tanpa Tanda Jasa` mengharapkan agar generasi muda lebih bisa menghargai lagi perjuangan para Guru.

 

Kegiatan yang diketuai panitia acara oleh Arie Zainal yang dimulai sejak pukul 10.30 Wib tersebut, diadakan mulai dari pelataran parkir Masjid Istiqlal Jakarta Pusat, dimana lokasi tersebut adalah tempat berkumpulnya kendaraan peserta konvoi yang berisi para guru-guru yang sudah sepuh.

 

Rangakaian konvoi kendaraan tersebut, dikawal oleh dua Patwal yang menggunakan Motor Harley Davidson menuju lokasi acara di Gedung Filateli Jakarta Pusat. Dengan suara Sirene yang terdengar saat para rangakain kendaraan Konvoi Para Guru Sepuh memasuki lokasi acara di pelataran Parkir Gedung Filateli Jakarta Pusat.

 

“Para Guru-Guru sepuh yang disambut para peserta acara dengan menyanyikan lagu Guruku Tersayang saat tiba di area Gedung Filateli Jakarta Pusat, melakukan pemotongan PITA Gerakan Peduli Purnabakti Guru yang di ikat pada balon sebagai simbol bahwa Gerakan Ini perlu mengudara kepelosok Nusantara. 100 balon warna-warni dilepaskan ke udara,” kata Arie Zainal mengambarkan kisah suasana penyelangaaran acara tersebut pada awak media, saat di Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (11/10/2018).

 

Acara selanjutnya, sambungnya menceritakan, bahwa para guru-guru sepuh memasuki ruangan VIP yang telah disediakan panitia penyelenggara guna mengikuti acara selanjutnya, seperti pembacaan doa untuk para guru-guru sepuh yang telah meninggal, pidato Motivasi dari Motivator Akbar Zainuddin dengan tema Guru Pembuka Rezeki, Pembacaan Puisi, lalu sambutan Perwakilan Para Guru Sepuh.

 

Dalam hal ini, salah seorang guru, Ibu Setiasih salah satu Guru sepuh mengungkapkan pernyataannya, bahwasanya, beliau yang sudah lebih dari 32 tahun mengajar sebagai Guru hingga pensiun namun baru pertama kali ini mendengar dan mengikuti acara yang dimana acara tersebut benar-benar menggugah hati dan jiwanya, dimana Ia mengklaim bahwa dirinya dan para guru-guru yang sudah pensiun diberikan apresiasi yang begitu luar biasa, seperti dimanjakan dan dihormati meski mereka tidak lagi sebagai guru.

 

“Kami terharu wajar jika kami meneteskan air mata, seharusnya gerakan ini bisa juga mendapatkan dukungan dari pihak pemerintah, dan pihak-pihak lainnya hingga Guru-guru Sepuh tidak merasa seperti diabaikan begitu saja,“ ujarnya.

 

Sementara itu tambahnya lagi menceritakan saat gelar acara tersebut, bahwa, Ust.Hasanudin,SAg yang juga salah satu Guru SDN 07 pagi Jakarta Timur yang saat ini masih aktif mengajar saat memberikan sambutan pidatonya pada acara tersebut dengan menegaskan, “Bahwa Guru adalah orang tua kita juga yang patut dan layak untuk kita hormati sampai kapanpun,” tuturnya yang kemudian para peserta menyanyikan lagu yang berjudul “Terima Kasihku” dengan di iringi accoustic band dari prima entertainmemt semakin menambah suasana semakin cair dan penuh kebahagian bersama.

 

Acara yang ditutup dengan pemberian Apresiasi Award Purnabakti Pahlawan Tanpa Tanda Jasa, Pin Gerakan Peduli Guru, dan Prangko Prisma Gerakan Peduli Guru, Souvenir dan Tabungan Hari Tua Senilai 20 juta rupiah tersebut berlangsung dengan penuh hati gembira.

 

Untuk diketahui, dari 20 guru sepuh yang diundang, hanya 14 guru yang hadir dan amat sangat disayangkan, sebagiannya lagi tidak bisa hadir dikarenakan kondisi yang tidak mendukung atau ada yang sedang sakit. Namun dalam hal ini bahkan, panitia penyelenggara juga memberikan waqaf 30 kitab suci Alquran untuk yayasan Pesantren Yatama dan Dhu’afa yang berada di daerah kawasan Menteng, Depok.

 

Arie Zainal, Inisiator dan Ketua Panitia Penyelengara Gerakan36Peduli saat di wawancara oleh para awak media juga mengatakan, kegiatan ini murni digagas untuk menjembatani silaturahmi para guru-guru sepuh.

 

“Dan untuk membangkitkan jiwa semangat ksatria seluruh anak-anak bangsa agar menghargai dan menyadari bahwa kita adalah karya dari para Guru-Guru Kita, karenanya, kegiatan ini juga murni didanai oleh Internal kami sendiri, tanpa Bantuan dari pihak sponsor manapun baik pemerintah maupun swasta,” ujar Arie ini mengatakan pada pewarta, Kamis (11/10/2018).

 

Acara ini juga dijelaskannya, bahwa hanya tidak sekadar membuat Haru tetapi juga seru dan ceria karena dipandu dengan MC Fandam yang luar biasa dari MNC Entertainment dan juga dikemas dengan sesi photography dengan tagline `Peduli Guru dari Hijab Style Community` dan turut dimeriahkan juga oleh suara Rocker Emas dari penyanyi lawas, Anya Sleebos.

 

“Dan acara ini dari awal hingga akhirnya berjalan dengan baik lancar dan aman, karena pihak Panitia telah mendapatkan izin tertulis dari pihak berwajib, sehingga acara inipun dijaga oleh pihak-pihak keamanan terkait, seperti Ka-Pospol Pasar Baru dan Beberapa Staff Intel dari Polsek Sawah besar,” terangnya.

 

Tak hanya sampai disitu saja, sang ketua inisiator GerakanPeduli36 ini juga akan selalu optimis untuk berkelanjutan selalu dalam menyelenggarakan kegiatan acara Gerakan `Peduli Purnabakti Guru Pahlawan Tanpa Tanda Jasa` ini, yang sejatinya untuk menciptakan suasana ria gembira khususnya untuk para Guru Sepuh yang sudah bisa dikategorikan juga mereka semestinya harus mendapatkan perhatian lebih lagi dimasa-masa tua mereka sekarang ini.

 

“Dan dalam waktu dekat ini juga akan memperingati hari guru pada tanggal 25 november nanti dan hal itu juga sedang kita pikirkan dan usahakan untuk menyelenggarakan acara yang sama khususnya mengundang mereka para Guru Sepuh yang sudah mengemban tugas mulianya selama ini,” pungkasnya.

 

Kegiatan yang berlangsung di Ala Ritus Cafe and Resto Gedung Filateli Jakarta Pusat, sejatinya, berakhir dengan sempurna dengan silahturahmi penuh canda tawa, haru dan bahagia yang luar biasa.

 

(Danial)


Artikel yang berjudul “Mengharu Biru Gerakan Peduli Purnabakti Pahlawan Tanpa Tanda Jasa” ini telah terbit pertama kali di:

Sumber berita

TAG