Lembaga Kesehatan NU mengadakan seminar “Family and Diabetes”

JAKARTA SELATAN — Hari ini,  24 November 2018, lebih dari 300 orang  memadati aula Pondok Pesantren  Luhur Al- Tsaqafah, Jakarta Selatan untuk menghadiri seminar tentang penyakit Diabetes Melitus. Ini merupakan rangkaian peringatan Hari DM Sedunia yang diperingati setiap tanggal 14 November. Tema global Hari DM Sedunia tahun 2018 yaitu “Family and Diabetes” (Keluarga dan Diabetes) sebagai momentum gerakan keluarga untuk memberikan dukungan dan kepedulian dari orang- orang terdekat penderita diabetes mellitus (DM).

Seminar DM yang diselenggarakan di pondok pesantren  Luhur Al- Tsaqafah, Jakarta Selatan ini merupakan kerjasama antara Suku Dinas Kesehatan Jakarta Selatan, pondok pesantren Luhur Al- Tsaqafah, dan LKNU. Kerjasama ini menunjukkan pentingnya keterlibatan semua pihak dalam pengendalian penyakit DM. Pondok pesantren juga memiliki peran penting dalam upaya pengendalian DM tersebut.

Seminar ini menjadi momen penting agar masyarakat mewaspadai DM sebagai 10 penyakit terbesar mematikan yang sebagian besar orang tidak menyadarinya. Dari data yang diperoleh dari Suku Dinas Kesehatan Jakarta Selatan, dilaporkan pada tahun 2017 jumlah penderita atau kasus baru diabetes mellitus sebanyak 7.797 kasus, sedangkan jumlah pasien Diabetes Mellitus yang melakukan pengobatan sebanyak 4.122 orang.

Sebagai upaya penanggulangan DM, pemerintah Kota Jakarta Selatan telah melaksanakan berbagai program penanggulangan DM, yaitu program pelayanan terpadu PTM, program KPLDH (Ketuk Pintu Layani dengan Hati), pembentukan Posbindu, pelatihan/ diklat mengenai penyakit DM, monitoring dan evaluasi pukesmas se Jakarta Selatan mengenai pelayanan PTM dan DM, mapping penyakit DM, serta penyediaan Posbindu kit dalam jumlah terbatas.

Dalam sambutannya, dr. Tuti Petnaningsih, selaku Ketua Program PTM DM Sudinkes Jakarta Selatan, menyampaikan, “saya berharap masyarakat rajin mendeteksi diri mengenai faktor resiko penyakit PTM ke Posbindu/ Pukesmas. Dan saya juga berharap masyarakat dan tenaga kesehatan bergerak bersama untuk saling menjaga kesehatan.”

Pernyatan salah satu Kyai Pondok Pesantren Luhur Al-Tsaqafah, Kyai Nizar, menyampaikan, “Salah satu prinsip hidup sehat dalam Islam yang dapat mencegah terjadinya penyakit adalah berhenti makan sebelum kenyang dan makan ketika lapar serta tidak berlebihan dalam makan dan minum. Islam sudah mengajarkan pola makan dan hidup sehat sejak dahulu. Sederhana menjadi prinsip dalam Islam untuk menuntun umatNya agar menjadi pribadi yang sehat dan terhindar dari segala macam penyakit termasuk Diabetes

Sebagaimana dinyatakan oleh WHO, Penyakit diabetes melitus (DM) menduduki peringkat ke-6 sebagai penyebab kematian. Dan Indonesia merupakan negara urutan ke-7 dengan jumlah kasus DM tertinggi, di bawah China, India, Amerika, Brazil, Rusia, dan Mexico.

Nahdlatul Ulama (NU) sebagai sebuah organisasi Islam terbesar di Indonesia yang memiliki anggota sebanyak ±90 juta orang. Salah satu departemen yang dimiliki oleh NU adalah Lembaga Kesehatan NU (LKNU) yang bertanggung jawab untuk melaksanakan program kesehatan. Sebagai bentuk kepedulian LKNU terhadap masalah kesehatan dan kualitas hidup masyarakat Indonesia, LKNU mulai memperhatikan masalah penyakit tidak menular yaitu Diabetes Mellitus. Lembaga Kesehatan Nahdlatul Ulama telah membuat kesepakatan kerjasama dengan World Diabetes Foundation (WDF) untuk melakukan program meningkatkan kesadaran masyarakat terkait Diabetes Mellitus, yaitu program LKNU for DM. Proyek LKNU for DM ini berlangsung selama dua tahun ini dengan melibatkan Yayasan Cipta Cara Padu (YCCP) dan University Research Co.LLC. Program LKNU for DM terdapat di 3 provinsi, 5 kabupaten/kota, yaitu DKI Jakarta, Jawa Barat, dan Jawa Timur, dengan salah satu program di wilayah Jakarta Selatan.

Penyakit Diabetes Melitus (DM) dapat dicegah.

Ketahui sejak dini faktor resiko DM!

Contact person

Nursuci Perwendha/ Program Manager LKNU for DM/ 081280142044

Imron/ Korkab DKI Jakarta dan Depok/ 085875124450

Lembaga Kesehatan NU

TAG