Terkait Habib Rizieq di Arab Saudi, FPI Tidak Menuding Satu Lembaga — Suara Informasi

Munarman, petinggi FPI. (ist)

MIMBAR-RAKYAT.Com (Jakarta) – FPI atau Front Pembela Islam menyatakan, tidak pernah menuding Badan Intelijen Negara (BIN) sebagai dalang penyebab penangkapan Habib Rizieq Shihab (HRS) oleh polisi Arab Saudi Senin (5/11/2018) lalu.

Petinggi FPI, Munarman mengatakan, tidak pernah menuduh lembaga, dalam hal ini BIN sebagai perekayasa pemasangan bendera hitam bertulis tauhid di rumah HRS yang berujung pemeriksaan polisi setempat.

“Kami FPI nggak nuduh satu lembaga ya. Perlu clearly itu. FPI hanya menyatakan bahwa apa yang menimpa HRS adalah bentuk dari False Flag Operation, alias operasi bendera palsu. Yang juga adalah ilmu dasar dalam dunia intelijen,” ujarnya kepada wartawan Jumat (9/11).

Sebelumnya, BIN membantah terlibat dalam penangkapan Imam Besar FPI Habib Rizieq Shihab di Arab Saudi.

Juru Bicara Kepala BIN, Wawan Hari Purwanto menyatakan, tuduhan BIN mengganggu HRS tidak benar. Dia juga membantah anggota BIN mengontrak rumah di dekat kontrakan HRS, memasang bendera maupun mengambil CCTV di rumah HRS. Menurutnya tuduhan itu hanya pandangan sepihak.

Menanggapi BIN, Munarman menilai bantahan yang disampaikan suatu kewajaran. Menurutnya sudah sesuai standar operasi.

“Di seluruh dunia standart operation procedure operasi hitam intelijen adalah penyangkalan. Itu ilmu dasar dalam dunia intelijen,” tandasnya.

Dalam insiden penangkapan, FPI menyebut HRS dijebak pihak-pihak tertentu soal pemasangan bendera tersebut. (p/d)

munarman


Artikel yang berjudul “Terkait Habib Rizieq di Arab Saudi, FPI Tidak Menuding Satu Lembaga — Suara Informasi” ini telah terbit pertama kali di:

Sumber berita

TAG