Daftar Prestasi Pemerintahan Jokowi selama 4 tahun

prestasi-jokowi-4-tahun

Selama empat tahun memimpin Indonesia, Presiden Jokowi telah banyak menorehkan prestasi. Presiden sering menyampaikan hasil kerjanya itu dalam berbagai kesempatan. Berikut beberapa prestasi yang sering dibanggakan Presiden Jokowi.

1. Pembangunan infrastruktur

Presiden Joko Widodo terus mempercepat pembangunan nasional, terutama infrastruktur. Seperti yang dikatakan dalam pidato kenegaraannya pada 17 Agustus, kurang lebih 4 tahun tercatat tol laut terus dikuatkan konektivitasnya dengan pembangunan dan pengembangan pelabuhan, dari tahun 2015 sampai 2017 sudah mencapai 477 lokasi.

Dari tahun 2015 sampai 2017, sudah terbangun jalur kereta api yang panjang akumulatif-nya sekitar 369 kilometer spoor rel kereta, sudah terbangun 11 bandara baru, dan 397 kilometer jalan tol yang sudah operasional. Begitu pula dengan pembangunan infrastruktur transportasi massal modern di perkotaan, seperti LRT dan MRT yang berhasil dibangun.

Pembangunan infrastuktur jalanan didampingi oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) yang gencar membangun jaringan fiber optik di Indonesia. Proyek yang disebut Palapa Ring ini akan menghasilkan serat optik sepanjang 36 ribu km.

Proyek ini terbagi atas tiga bagian, Palapa Ring Barat di Kepulauan Meranti, Kepulauan Anambas, Tanjung Bemban, dan Kuala Tungkal.

Kemudian, Palapa Ring Tengah yang akan menghubungkan 17 kota/kabupaten yang berada di provinsi Kalimantan Timur, Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah, Sulawesi Tenggara dan Maluku Utara. Lalu ada Palapa Ring Timur untuk daerah Papua dan Papua Barat.

Penyelesaian pembangunan PLP Barat sudah 74 persen, diikut PLP Tengah yang mencapai 35 persen, dan PLP Timur saat ini baru mencapai 18 persen.

Namun, PLP Barat sudah dapat beroperasi sejak Maret lalu. Lebih lanjut, sebanyak 175 ribu menara BTS telah diperkuat, dan mobile coverage sudah mencangkup sampai 75 ribu kelurahan.

2. Pembagian sertifikat tanah

Pembagian sertifikat tanah menjadi program andalan pemerintahan Jokowi-JK. Dengan bangga Jokowi mengatakan penerbitan tanah sudah mencapai jutaan sertifikat.

“Langkah percepatan ini membuat penerbitan sertifikat dari yang tadinya hanya selesai 500 ribu atau 800 ribu bidang sertifikat per tahun, saat ini sudah jutaan sertifikat tanah bisa diselesaikan setiap tahunnya. Tahun lalu, target 5 juta sertifikat tanah sudah tercapai dan pada tahun 2018 dan tahun 2019 target yang ingin dicapai akan terus meningkat,” jelas Jokowi saat membacakan pidato kenegaraannya, 17 Agustus 2018.

Bersamaan dengan sertifikasi tanah, Pemerintah terus menggencarkan reforma agraria dan redistribusi lahan. Sampai tahun 2017 telah dilepaskan area dari kawasan hutan negara, sekitar 977 ribu hektare. Begitu juga untuk Perhutanan Sosial, sudah diberikan 1,7 juta hektare akses kawasan hutan yang dapat dikelola oleh masyarakat.

3. BBM satu harga

Pemerintah melakukan terobosan untuk mewujudkan keadilan bagi seluruh rakyat Indonesia. Salah satu adalah program BBM Satu Harga yang berada di pegunungan Papua, di pulau-pulau terdepan, di kawasan perbatasan. PT Pertamina (Persero) mencatat, sampai dengan minggu pertama September 2018, telah mengoperasikan 77 titik BBM Satu Harga.

Dengan BBM Satu Harga, warga di Tolikara Papua yang sebelumnya membeli Premium dengan harga kisaran Rp 25.000 40.000/liter, kini bisa menikmati harga Rp 6.450 per liter. Demikian pula daerah lainnya bisa mendapatkan Premium Rp 6.450 dan Solar Rp 5.150 per liternya.

4. Merebut tambang dan migas dari tangan asing

Di tangan Presiden Jokowi sumber kekayaan alam berupa tambang dan minyak serta gas (migas) yang dikuasai pihak asing, berhasil direbut dan menguasai mayoritas pengelolaan sumber daya alam. Mulai dari Blok Migas Mahakam, Blok Migas Sanga-Sanga, Blok Migas Rokan, dan mayoritas 51 persen saham Freeport kembali ke pangkuan Ibu Pertiwi.

Kemudian Pengambilalihan aset negara dari tangan asing juga terjadi pada perusahaan tambang asal Amerika Serikat PT Newmonta Nusa Tenggara. Perusahaan yang melakukan kegiatan pertambangan tembaga di Nusa Tenggara Barat (NTB) tersebut diambil alih oleh perusahaan energi nasional Medco Energi, setelah itu kemudian Newmont Nusa Tenggara diubah namanya menjadi PT Amman Mineral Nusa Tenggara.

Newmont, tambang emas terbesar di Nusa Tenggara ini diambil alih semuanya oleh pengusaha nasional, ujar Jokowi dalam Kongres Ekonomi Umat dengan tema Arus Baru Ekonomi Indonesia yang diselenggarakan oleh Majelis Ulama Indonesia di Hotel Grand Sahid, Sabtu 22 April 2018.

5. Lapangan Kerja Bertambah, Pengangguran Menurun

Salah satu capaian dari empat tahun pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla adalah mengenai penyerapan lapangan kerja yang ditargetkan sedari awal sebesar 10 juta. Sampai empat tahun masa pemerintahan Jokowi-JK, tercatat target tersebut hampir tercapai menuju 10 juta penyerapan lapangan kerja.

“Pemerintah menjanjikan dalam empat tahun lapangan kerja terserap 10 juta. Sampai saat ini, sudah terserap 8,7 juta,” kata Kepala Kantor Staf Presiden Moeldoko melalui konferensi pers di Sekretariat Negara, Selasa (23/10/2018).

Moeldoko menyebutkan, capaian ini diharapkan bisa terpenuhi sesuai dengan target, yakni 10 juta lapangan kerja, hingga akhir masa pemerintahan Jokowi-JK. Selain menyampaikan realisasi target penyerapan lapangan kerja, juga dipaparkan capaian lain di bidang makroekonomi yang secara umum dalam kondisi yang baik.

Seperti pertumbuhan ekonomi yang terus tumbuh di kisaran 5 persen, di tengah ketidakpastian kondisi ekonomi global. Sebagai perbandingan, pertumbuhan ekonomi tahun 2015 sebesar 5,02 persen dan semester I 2018 pertumbuhan ekonomi tercatat 5,17 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB).

Selain itu, angka pengangguran juga turun, dari 5,94 persen pada 2014 menjadi 5,13 persen untuk tahun 2018. Harga-harga pun terkendali yang tercermin dari tingkat inflasi, di mana sebesar 8,3 persen secara keseluruhan tahun 2014 menjadi 2,88 persen pada September 2018.

“Untuk pertama kalinya angka kemiskinan berada pada level satu digit di 9,82 persen. 2014 masih 10,96 persen. Dibarengi penurunan ketimpangan pendapatan atau gini ratio 0,389 di 2018 dari 0,414 pada 2014,” tutur Moeldoko

6. Pengelolaan Keuangan Negara

Dari sisi fiskal, terlihat pengelolaan keuangan negara dijalankan dengan baik dan hati-hati. Salah satu indikator dalam hal defisit APBN yang dijaga di bawah 3 persen terhadap PDB, di mana tahun 2014 defisit APBN 2,34 persen terhadap PDB dan pada Agustus 2018 defisit APBN 1,01 persen terhadap PDB.

“Defisit transaksi berjalan juga dijaga di bawah 3 persen terhadap PDB. Defisit 2014 sebesar 3,1 persen terhadap PDB. Semester I 2018 sebesar 2,6 persen terhadap PDB,” ujar Moeldoko. Sementara itu, ketahanan cadangan devisa juga masih dalam kondisi baik.

Pengelolaan utang pun masih dalam koridor yang sehat, dan terus diupayakan untuk dijaga dalam rasio 30 persen terhadap PDB.

TAG