Pendukung Prabowo Bilang Kitab Suci itu Fiksi

Direktorat Reskrimsus Polda Metro Jaya melayangkan surat panggilan terhadap Rocky Gerung terkait ucapan ‘kitab suci adalah fiksi’ saat menjadi narasumber di Indonesia Lawyers Club (ILC). Pasalnya Pada diskusi di ILC pada 10 April 2018, Pendukung Prabowo Subianto ini menyebutkan bahwa kitab suci adalah fiksi.

Rocky kemudian dilaporkan oleh Sekjen Cyber Indonesia, Boyd Lapian pada 16 April 2018 ke Bareskrim Polri, yang kemudian dilimpahkan ke Polda Metro Jaya. Pendukung Prabowo ini dijerat dengan dugan tindak pidana penistaan agama sebagaimana pasal 156 huruf A Kitab Undang-undang Hukum Pidana (KUHP).

Semua umat beragama bersepakat bahwa kitab suci adalah wahyu. Ucapan Pendukung Prabowo yang mengatakan kitab suci itu fiksi ini menghina dan mendegradasi kesucian Kitab suci. Jika dibiarkan, ucapan Rocky ini akan memancing hinaan-hinaan serupa terhadap simbol agama. Dan ini sangat berbahaya.

Subdit Cyber Crime Ditreskrimsus Polda Metro Jaya memanggil Rocky Gerung untuk diperiksa terkait ucapannya, ‘kitab suci itu fiksi’. Rocky Gerung dilaporkan oleh Sekjen Cyber Indonesia Jack Boyd Lapian.

“Iya betul, pemanggilannya untuk diperiksa sebagai saksi,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono kepada detikcom, Rabu (30/1/2019).

Sebelumnya, Jack melaporkan Rocky Gerung ke Bareskrim Polri, Jalan Merdeka Timur, Jakarta Pusat, Senin (16/4/2018) lalu. Pelaporan Jack ini terkait ucapan Rocky Gerung yang menyatakan ‘kitab suci itu fiksi’ dalam program ‘Indonesia Lawyers Club’ (ILC) di TVOne.

Laporan Jack diterima dengan tanda bukti laporan bernomor LP/512/IV/2018/Bareskrim tertanggal 16 April 2018. Rocky disangkakan melanggar Pasal 156a KUHP tentang Penistaan Agama. Kasus tersebut kemudian dilimpahkan ke Polda Metro Jaya.

Jack menilai pernyataan Rocky Gerung itu merupakan bentuk suatu penistaan terhadap agama. Menurut Jack, kitab suci yang disebut Rocky Gerung merujuk pada Alquran, kitab Taurat, dan sebagainya. Maka penyebutan kata ‘fiksi’ itu berarti juga menyinggung soal keberadaan Tuhan dan nabinya.

“Kitab suci dibilang fiksi, kalau dibuat ejaan di KBBI itu sudah jelas, kitab suci itu merujuk pada Alquran, Injil, Taurat, dan lain-lain, dan fiksi itu rekaan, khayalan. Berarti, kalau di saya sebagai orang Kristen, Nabi Isa itu fiksi, dong, atau mungkin untuk umat lain, untuk Islam, Muhammad itu fiksi dong, biarlah berfokus di situ,” ujar mantan relawan Ahok ini.

TAG