30.000 Kalender Kampanye Prabowo Berlogo Pemkab Sragen Menumpuk di DPD PKS

Sebanyak 30.000 lembar kalender kampanye calon presiden-calon wakil presiden (capres-cawapres) nomor urut 2, Prabowo Subianto-Sandiaga Salahuddin Uno (Prabowo-Sandi), yang mencatumkan logo Pemerintah Kabupaten Sragen sempat dititipkan di Kantor DPD Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Sragen, Selasa (19/3/2019).

Puluhan ribu lembar kalender tersebut hendak didistribusikan ke seluruh daerah di Sragen. Ketua Bidang Humas DPD PKS Sragen, Rudi Wahyono, tidak mengetahui asal kalender-kalender itu karena DPD PKS Sragen hanya dititipi oleh sukarelawan Prabowo-Sandi.

Dia menjelaskan pembuatan kalender itu bukan lewat jalur partai melainkan lewat jalur sukarelawan Prabowo-Sandi. “Setahu saya logo Pemkab sudah ditutup stiker bertuliskan nomor 2. Untuk penyebaran dan pencetakannya saya kurang tahu. Informasi yang saya terima ada 30.000-an lembar. Itu sukarelawan mana [yang membuat] juga tidak tahu,” ujarnya saat bertemu di DPD PKS Sragen, Selasa siang.

Tumpukan kalender tersebut kemudian dipindahkan ke Sambirejo dengan menggunakan mobil pikap. Rudi mengatakan kalender-kalender ini dikembalikan kepada yang menitipkan. Rudi hanya menunjuk orang yang menitipkan kalender tersebut.

Orang yang ditunjuk Rudi itu bernama Bimo, 44, warga Sambirejo, Sragen. Bimo mengakui tumpukan kalender kampanye Prabowo-Sandi berlogo Pemkab Sragen itu dititipkan di DPD PKS Sragen karena tidak ada tempat di rumahnya.

Bimo yang juga salah satu sukarelawan Prabowo-Sandi itu tidak mengetahui ada logo Pemkab Sragen di kalender tersebut. “Saya tidak tahu ada logonya. Kalender-kalender itu kami terima dari Jakarta. Saya tidak tahu siapa pembuatnya. Saya hanya dipasrahi kalender itu. Karena rumah tidak ada tempat, saya titipkan di DPD PKS Sragen. Ya, rencananya memang diedarkan ke seluruh daerah di Sragen. Yang sudah beredar di wilayah Gondang dan mungkin di Sambungmacan,” ujarnya sambil terburu-buru meninggalkan DPD PKS Sragen saat diwawancarai Solopos.com.

Sekretaris Pemenangan Prabowo-Sandi Sragen Idris Burhanudin megatakan, tak mengetahui pembuatan kalender tersebut. Tetapi Idris mengaku kalender tersebut diketahui berada di teras kantor DPD PKS Sragen tiga hari yang lalu.

“Itu sepertinya titipan relawan. Saya tahunya tiga hari yang lalu. Teman-teman itu bingung cari kalender, tapi ada kalender di kantor,” ungkapnya saat dikonfirmasi, Selasa (19/3/2019).

Namun pihaknya tidak mengetahui yang menaruh ribuan kalender bergambar Prabowo-Sandi. Pihaknya yakin kalender tersebut hanya di drop di Kantor DPD PKS. Sebab pihaknya tidak mendapatkan laporan dari kantor Gerindra maupun PAN Sragen.

“Sepertinya hanya di situ (Kantor), soalnya Gerindra ndak ada, PAN juga ndak ada. Saya tidak tahu siapa yang kirim, keliihatannya malam. Soalnya teman teman dikantor sampai jam 19.00 belum ada,” ujarnya.

Politikus PKS itu menduga 5.000 an lembar kalender tersebut dibuat oleh relawan Prabowo-Sandi. Hanya saja pihaknya mengaku tidak mengetahui relawan tersebut. Termasuk Logo Pemkab Sragen yang berada di pojok kiri atas.

“Yang terima juga tidak tahu kalau ada kalender titipan. Coba kami koordinasi dengan tim, terkait keberadaan kalender.”

Ketua Tim Pemenangan Prabowo-Sandi Sragen, Sri Sunaryo saat dikonfirmasi mengatakan sudah mendengar kasus kalender bergambar Prabowo-Sandi dengan logo Pemkab Sragen. Namun, mereka siap jika dipanggil dan diklarifikasi oleh Bawaslu terkait persoalan tersebut.

Ketua DPC Gerindra Sragen itu juga menyampaikan tidak mengetahui yang membuat dan mengedarkannya kalender tesebut. “Kami tidak tahu siapa yang buat. Mohon maaf semenjak sakit saya jarang keluar, jadi tidak tahu,” ujar Sunaryo.

Sekretaris Daerah (Sekda) Sragen Tatag Prabawanto didampingi Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Sragen Heru Martono melapor ke Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Sragen setelah menemukan kalender kampanye Pilpres berlogo Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sragen, Selasa (19/3/2019).

Sekda meminta Bawaslu menarik seluruh kalender yang beredar dan agar tidak menimbulkan salah paham di masyarakat. Awalnya kedatangan Tatag dan Heru disambut anggota staf Bawaslu karena seluruh komisioner ada rapat koordinasi di Rumah Makan Ayem Tentrem, Beloran, Sragen.

Pegawai Bawaslu itu meminta Tatag dan Heru untuk menunggu sebentar karena komisioner sudah meluncur ke kantor. Sekitar 10 menit menunggu akhirnya Ketua Bawaslu Sragen Dwi Budhi Prasetya didampingi Komisioner Bawaslu lainnya, Edy Suprapto, menerima kedatangan Sekda di ruang kerja Bawaslu.

“Kami melaporkan adanya kalender milik pasangan calon tertentu yang beredar dengan menggunakan logo Pemkab Sragen. Kami minta semua kalender yang beredar ditarik agar tidak memunculkan kesalahpahaman di masyarakat. Pemkab Sragen tidak pernah mengeluarkan kalender tersebut. Selama ini seluruh ASN [aparatur sipil negara] netral dan tidak mendukung calon tertentu. Kepala tim pemenangan pasangan calon agar berkenan menarik. Laporan ini diharapkan segera ditindaklanjuti,” ujar Tatag saat ditemui wartawan seusai laporan di Kantor Bawaslu Sragen, Selasa siang.

Tatag mendapatkan kalender tersebut yang masih dalam kondisi tergulung di dalam ruang kerjanya pada Senin (18/3/2019). Tatag tidak mengetahui siapa yang meletakkan kalender tersebut di mejanya.

Jumlahnya hanya satu. Ada foto pasangan calon presiden dan calon wakil presiden (capres-cawapres) nomor urut 2 Prabowo Subianto-Sandiaga Salahuddin Uno pada kalender itu. Di sisi pojok atas sebelah kiri terdapat tulisan Kabupaten Sragen dan logo Pemkab Sragen dengan latar belakang warga gelap.

“Saya tidak tahu yang beredar berapa. Saya tahunya ada kalender seperti itu di saat masuk ruang kerja saya. Karena ada logo Pemkabnya itu maka kami mengadu ke Bawaslu,” ujarnya.

Ketua Bawaslu Sragen Dwi Budhi Prasetya menyatakan siap menindaklanjuti laporan tersebut dengan mengklarifikasi pelapor dan saksi serta terlapor. Berdasarkan atribut kampanye pasangan capres-cawapres 2 itu, kata dia, terlapornya adalah tim pemenangan capres-cawapres nomor urut 2, Prabowo-Sandi.

“Kami akan meminta keterangan tim pemenangan Prabowo-Sandi untuk mengetahui motif pencantuman logo Pemkab Sragen pada alat kampanye mereka. Kalau tim kampanye tidak mengakui kemungkinan ada oknum tidak bertanggung jawab dan sengaja membuat keruh suasana Sragen,” tuturnya.

Budhi menilai pembuatan atribut kampanye gambar logo Pemkab itu bisa masuk ranah hoaks. Budhi mengatakan Bawaslu akan menarik kalender yang beredar. Untuk sanksinya, Budhi akan berkoordinasi dengan Sentra Penegakan Hukum Terpadu (Gakumdu).

“Mekanisme kami memiliki waktu dua hari untuk mengkaji jenis pelanggarannya dengan Gakumdu. Selama ini, saya pernah mendapat informasi lewat pesan pribadi pada Sabtu [16/3/2019] lalu. Karena belum ada laporan, kami hanya mengidentifikasi hal itu dengan menginstruksi personel Panwascam [panitia pengawas kecamatan]. Sekarang setelah ada laporan, kami berwenang menghentikan peredaran dan menyita barang buktinya. Aduan pesan pribadi itu berasal dari Margoasri, Karangmalang,” ujarnya.

TAG