Hari Raya Nyepi, 949 Napi Beragama Hindu Mendapat Remisi dan Bandara Ngurah Rai Lengang — Suara Informasi

Suasana di Bandara Ngurah Rai, Bali yang lengang, Kamis pagi. (ist)

MIMBAR-RAKYAT.Com (Jakarta) – Sebanyak 949 narapidana beragama Hindu mendapat remisi khusus (RK) Hari Raya Nyepi Tahun Baru Saka 1941. Ratusan napi tersebut terdiri atas 272 narapidana menerima remisi 15 hari, 607 narapidana mendapat remisi 1 bulan, 54 narapidana memperoleh remisi 1 bulan 15 hari, dan 2 bulan remisi untuk 16 narapidana, tidak ada narapidana yang langsung bebas.

Direktur Jenderal Pemasyarakatan Sri Puguh Budi Utami menjelaskan, pemberian hak-hak narapidana telah dideklarasikan oleh Menteri Hukum dan HAM Yasonna H Laoly, yang berbasis IT di Lapas Kelas II A Cibinong, sehingga narapidana mendapatkan kemudahan untuk mengetahui jumlah remisi yang menjadi haknya dengan transparan, tidak rumit, tidak berbelit-belit serta tidak dipungut biaya apapun termasuk pemberian remisi Nyepi 2019.

“Pemberian remisi telah memenuhi ketentuan yang berlaku. Remisi diberikan kepada narapidana beragama Hindu yang telah memenuhi persyaratan administratif dan substantif, seperti telah menjalani pidana minimal 6 bulan, tidak terdaftar pada register F, serta turut aktif mengikuti program pembinaan di lapas atau rutan,” kata Sri Puguh, Kamis (7/3).

Di tempat yang sama, seperti diberitakan Antara, Direktur Pembinaan Narapidana dan Latihan Produksi Junaedi mengatakan bahwa narapidana terbanyak mendapat Remisi Nyepi tahun 2019 berasal dari Kantor Wilayah (Kanwil) Bali sebanyak 659 orang, Kanwil Kalimantan Tengah 70 orang, dan Kanwil Sulawesi Selatan 44 orang.

“Semoga dengan pemberian Remisi Nyepi 2019 ini memotivasi para narapidana umat Hindu lainnya semakin taat beribadah, taat aturan tata tertib Lapas/Rutan dan aktif dalam mengikuti semua program pembinaan yang diberikan selama menjalani pidananya serta tidak mengulangi perbuatan melanggar hukum, kata Junaedi.

Jumlah narapidana seluruh Indonesia per 6 Maret 2019 mencapai 188.258 orang, sedangkan jumlah tahanan 70.599, dan total keseluruhan narapidana dan tahanan 258.857 orang.

Bandara Ngurah Rai Bali Lengang

Hari ini umat Hindu seantero Bali merayakan Hari Raya Nyepi, seluruh aktivitas dihentikan dan jalanan menjadi lengang. Tak terkecuali di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Bali.

Pantauan sepanjang Jl Raya Gusti Ngurah Rai, Tuban, Badung, Bali, Kamis (7/3/2019) pukul 06.00 Wita, tak terlihat lalu lalang kendaraan ataupun aktivitas masyarakat dan calon penumpang seperti biasanya.

Beberapa pecalang terlihat berjaga di perempatan sekitar Taman Satria Gatotkaca yang dekat dengan pintu masuk ke bandara. Tiba di kawasan bandara, hanya terlihat beberapa petugas aviation security yang patroli.

Tidak terlihat hiruk pikuk calon penumpang di bandara seperti biasanya. Seluruh toko juga tutup, dan sebagian akses pintu masuk ditutupi dengan kain hitam mengelilingi toko. Di bawah papan petunjuk jadwal penerbangan terlihat dua petugas keamanan yang masih terlelap di bangku.

Papan pengumuman jadwal penerbangan yang biasanya menyala pun hari ini mati. Suara petugas yang biasanya tak berhenti memberikan informasi maupun imbauan hari ini juga tak terdengar sama sekali.

Begitu pula di bagian terminal kedatangan maupun keberangkatan domestik. Suasana lengang sangat terasa, hanya terlihat beberapa petugas yang masih berjaga.

Hal berbeda terlihat di bagian proyek perluasan bandara. Beberapa pekerja masih berada di sekitar proyek untuk memeriksa dan mengecek alat berat. Dikawal pecalang, mereka lalu diantar kembali ke mess.

Di bagian apron bandara, terlihat ada dua pria yang mengendarai sepeda. Terpantau ada dua maskapai yang berada di apron bandara Ngurah Rai yaitu Citilink dan AirAsia. Dari seberang pantai terlihat jelas patung Garuda Wisnu Kencana (GWK) dari bagian apron ini.

Aktifitas Bandara Ngurah Rai memang dihentikan selama 24 jam pada Kamis (7/3) mulai pukul 06.00 Wita hingga Jumat (8/3) pukul 06.00 Wita. Informasi penghentian operasional itu tertuang dalam Notice to Airmen (NOTAMN) Nomor A5144/18 NOTAMN yang berisi pemberitahuan kepada airline dan Bandar Udara di seluruh dunia tentang penghentian sementara operasional Bandar Udara I Gusti Ngurah Rai.

“Operasional bandara I Ngurah Rai ditutup 24 jam saat Nyepi. Karena kita menghormati hari raya Nyepi 2019 atau Tahun Baru Caka 1941,” kata Communication and Legal Section Head Bandara Ngurah Rai, Arie Ahsanurrohim di kantornya, Jl I Gusti Ngurah Rai, Bali, Kamis (28/2) lalu. (M/D/d)

ngurah rai

Artikel yang berjudul “Hari Raya Nyepi, 949 Napi Beragama Hindu Mendapat Remisi dan Bandara Ngurah Rai Lengang — Suara Informasi” ini telah terbit pertama kali di:

Sumber berita

TAG