Kampanye di NTT Sepi, Sandiaga Joget Sendiri

Melalui video yang diunggah di Youtube, terlihat Sandiaga Uno menari sendiri di antara beberapa kerumunan orang yang tampak sedikit. Rupanya itu merupakan acara kampanye Sandiaga di NTT yang ternyata tidak dihadiri banyak pengunjung.

Hal ini pun menjadi bahan sindiran oleh para netizen, salah satunya adalah artikel yang kami sadur dari SEWORD berikut ini.

Dengan joget-joget Sandi menunjukkan antara dia stress karena kedok dan topengnya terbongkar atau dirinya sudah ditolak mentah-mentah. Penolakan secara halus tapi mendalam ini amat memukul dan mempermalukan dirinya.

Terlihat pendukungnya yang hanya secuil dan malah hanya menonton dan ikut merekam. Pendukungnya yang hanya dihitung jari ikut menghibur diri seakan berada di panggung kampanye raksasa dengan jutaan pasang mata menonton. Lumayanlah buat penghibur di akhir pekan. Goyangan Sandi itu benar-benar lemah gemulai beserta jari-jarinya. Goyang Bang, Bangau auwwww.

Mengapa warga tak antusias mendatangi sang cawapres yang jadi pendamping dari Prabowo tersebut?

Pertama, warga lebih memilih berada di rumah karena sudah pasti pilihannya Jokowi. Disajikan joget joget bagi mereka apa untungnya. Bukan artis sekelas Via Vallen yang datang maka mereka tak peduli. Datang nggak akan bakal berfaedah juga.

Apa kardus sudah menciut sampai tak ada seleb yang mau mememani mereka? Seleb yang waras sudah memihak Jokowi. Celeb masih ada yang berminat dukung Prabowo Sandi tapi amplopnya harus besar, gimana dong.

Nisa katanya sudah menguras pundi-pundi Sandi, gimana dong? Sedangkan Nisa juga lagi agendanya sibuk dan harus mengutamakan junjungan 02 yaitu Prabowo. Jadilah Sandi nggak kebagian artis. Rugi, keluar duit tapi nggak menikmati.

Jadilah Sandi merangkap artis tak laku. Bagus sih dia dengan pede mau menampilkan bakatnya yang terpendam. Jurus joget melambai lebay itu akhirnya terekam video. Goyang apapun pokoknya ditampilkan biarpun nggak jelas.

Apes, sepi dukungan kendati sudah joget maksimal sampai berkeringat. Semua gaya sudah dikeluarkan tapi tetap saja nggak laku. Sedih dan miris tapi apa boleh buat, kampanye harus jalan terus.

Kedua, warga nggak peduli lagi alias nggak tertarik dengan jualan hoaks OK OCE. Jualan hoaks yang diobral oleh Sandi menjadi viral. Dia mengobral OK OCE di berbagai tempat tapi sayang tipuan OKE OCE DKI tal bisa disembunyikan.

Di Bali karena jualan OK OCE nggak laku lalu dia menawarkan UNIKOP untuk menandingi UNOCORN yang viral di debat capres yang kedua. Tapi lagi-lagi miskin ide sehingga hanya mencaplok koperasi yang sukses di Bali lalu diobral dengan seenak jidat dan seenak udel.

Fakta bahwa miniart OKOCE di Jakarta sudah beberapa yag tutup menjadi bukti penguat gagalnya OkOCE ini. Janji kampanye OKOCE yang fantastis termyata hanya jebakan batman yang kampret.

Warga sudah memahami bahwa janji kampanye Anies dan Sandi di Jakarta lebih banyak yang hanya retorika semata. Pengibluan massal ke warga DKI jadi bukti kuat dan valid, Sandi bukan pemimpin yang bisa diandalkan.

Warga lebih percaya kinerja Pak Jokowi yang bahkan prestasi dan kinerjanya saat Jadi Gubernur DKI masih di atas prestasi Anies dan Sandi selama ini. Rakyat sudah muak dan mau muntah mendengar janji-janji manis Anies dan Sandi yang hanya menghadirkan pengibulan yang penuh hoaks.

Kendati anak meropolitan dan pengusaha sukses, topengnya Sandi dan kubunya terlalu tebal untuk mengelabui warga. Warga lebih percaya soaok sederhana dan biasa saja. Tak perlu naik mobil dan buka baju lalu joget dengan liar.

Ini pertanda kekalahan, joget-joget Sandi dan Prabowo menjadi kode keras, mereka tak akan sujud syukur lagi tapi akan jingkrak-jingkrak mengklaim kemenangan.

Ya, kubu 02 sudah mengklaim kemenangan.

Mari dukung klaim kemenangan mereka karena mereka sudah yakin junjungan mereka pasti terpilih kendari di lapangan sebaliknya sepi dan dicuekin. Ada juga yang menyambut tapi jelas secara nasional rakyat lebih antusias dengan Pak Jokowi.

Bagi kubu oposisi, semakin sepi dan semakin ditolak mereka berpikir terbalik, kekuatan dukungan akan semakin besar. Maka halusinasi bercampur mimpi terus mereka gaungkan. Mereka terus membisikkan kepada Pak Prabowo bahwa survei internal sudah jauh melesat melambung dan meninggalkan Jokowi.

Joget dan goyang perut serta goyang bangau akan berpadu menyambut bau kemenangan semu yang sudah ditebar oleh pendukung Prabowo secara masif dan sistematis. Yo wis, sing waras ngalah, haha.

TAG