Pengawalan TPS oleh Massa BPN Merupakan Upaya Mengintimidasi Pemilih

Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Maruf menilai seruan agar massa mengawal tempat pemungutan suara merupakan upaya intimidasi pemilih. Kubu pasangan calon presiden dan wakil presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno mengatakan mereka bisa dikalahkan dengan kecurangan.

“Kami melihat ada pola yang sedang dibangun oleh Badan Pemenangan Nasional (BPN), yaitu tidak ada yang dapat mengalahkan mereka kecuali kecurangan. Sementara hingga saat ini belum ada pihak yang bisa menjamin siapa pemenang pemilu,” ujar wakil ketua TKN Abdul Kadir Karding, Jumat 22 Maret 2019.

Menurut Karding, ini berbahaya karena ada indikasi sebagai intimidasi kepda pemilih. Terlebih, kata Karding, tim Prabowo-sandi sangat gencar menginstruksikan untuk menjaga TPS.

“Sikap intimidasi seperti itu dapat memunculkan polarisasi masyarakat. Jangan hanya demi kemenangan, kerukunan masyarakat dikorbankan,” tegasnya.

Sebelumnya, Juru Bicara BPN Andre Rosiade mengatakan pasangan nomor urut 02 hanya bisa dikalahkan dengan kecurangan. Dia meminta masyarakat untuk menjaga suara mereka mulai dari tempat pemungutan suara .

Ia menjelaskan masyarakat harus memastikan siapa saja yang datang ke TPS. Bahkan Andre meminta saat penghitungan suara, harus dipastikan tak ada yang merusak kertas suara.

TAG