Prabowo Tidak Punya Etika, Salaman Pakai Sarung Tangan di Jambi

Beredar foto-foto di jagat dunia maya Calon Presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto memakai sarung tangan saat menyapa pendukungnya dari atas mobil di Jambi. Dari foto yang beredar, Prabowo terlihat melayani permintaan jabat tangan dari para pendukung yang memenuhi ruas jalan di Jambi.

Timsesnya dari BPN pun langsung sigap menanggapi sembari memberikan alasan bahwa tangan Prabowo mengalami luka lecet sehinga beliau menuitupinya dengan sarung tangan.

Juru Bicara Prabowo-Sandiaga Andre Rosiade mengatakan Prabowo terpaksa harus memakai sarung tangan karena tangannya luka. Mungkin, kata dia, tangan Prabowo luka karena tercakar oleh pendukungnya saat berkampanye.

“Bukan karena enggak sopan tapi luka,” kata Andre kepada wartawan, Kamis (14/3).

Saat pidato di Gedung RCC, Telanaipura, Kota Jambi, kata Andre, Prabowo juga telah membuka alasan dirinya memakai sarung tangan. Dia menyebut mantan Pangkostrad itu telah menyampaikan maaf terkait hal itu.

“Tadi sudah dijelaskan Pak Prabowo ya beliau, dia sudah minta maaf pake sarung tangan bukan tidak sopan tapi luka. Ada yang kecakar kebeset jadi luka,” ujar politikus Partai Gerindra ini.

Kemudian foto tangannya yang luka tersebut pun juga diunggah oleh BPN, dan terlihat bahwa pada jari tengahnya ada bekas goresan yang cukup panjang, tetapi tidak terlalu parah.

Tetapi apakah alasan tersebut cukup untuk menutupi isu yang beredar, bahwa Prabowo tidak mau salaman dengan rakyat jelata atau enggan bersentuhan kulit langsung dengan mereka ?

Apabila dilihat dari lukanya sih itu semestinya tidak menjadi alasan, karena justru tidak masuk akal apabila menggunakan sarung tangan untuk luka yang hanya dibalut perban pun cukup, tetapi nyatanya Prabowo lebih memilih menutupi semua tangannya dibandingkan hanya membalut perban pada bagian jari tengahnya yang terluka.

Tidak masuk akal dan terlalu berlebihan, ditambah lagi dengan gaya kampanyenya yang menjulurkan badan melalui sunroof mobil mewah miliknya ketimbang turun langsung ke jalan. Sungguh bukanlah gerak gerik dan perilaku seorang yang punya etika dan jelas bukan sikap calon presiden yang merakyat.

TAG