Sudah 6 Bulan tapi Elektabilitas Prabowo-Sandi Hanya Naik 4%

Sekretaris Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma’ruf Amin, Hasto Kristiyanto mengaku masih yakin elektabilitas paslon unggulannya terus mengalami tren positif. Sebaliknya, Hasto mengejek elektabilitas pasangan capres Prabowo-Subianto-Sandiaga Uno yang cuma bertambah sedikit dalam enam bulan.

“Kalau kita melihat survei dari Kompas, dengan hoax dan fitnah selama 6 bulan mereka hanya mampu naik 4 persen. Seluruh cara sudah dilakukan,” kata Hasto usai menghadiri deklarasi dukungan eksponen alumni Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) di Rumah Aspirasi, Jakarta Pusat, Rabu (3/4).

Jawaban Hasto merespons hasil survei Indikator Politik Indonesia yang terbaru. Dalam survei tersebut, mereka menemukan basis pemilih pasangan Jokowi-Ma’ruf tidak sampai 50 persen.

Kendati demikian, Indikator mendapati dalam survei bahwa elektabilitas petahana masih unggul dengan angka 55,4 persen berbanding 37,4 persen milik Prabowo-Sandi.

“Ketika beliau di tengah publik, di tengah sorotan kamera, membentak orang, itu jadi arus balik bahwa pemimpin tidak boleh emosi,” Hasto kembali menyindir.

Sejauh ini, sebagian besar survei yang telah keluar menunjukkan elektabilitas Jokowi masih di atas Prabowo dengan jarak sekitar 15-20 persen. Hanya survei Litbang Kompas yang dirilis pada Rabu (20/3) lalu yang menyerupai temuan Indikator ini.

Sebelumnya, Lembaga survei Indikator Politik menyatakan jika pemungutan suara Pilpres 2019 digelar hari ini, maka yang keluar sebagai pemenang adalah Paslon nomor urut 01 Joko Widodo (Jokowi)-Ma’ruf Amin.

Hal itu merupakan temuan survei yang dilakukan Indikator Politik kurun waktu 22-29 Maret 2019. Dari survei tersebut, Indikator mendapatkan paslon 01 masih unggul dengan angka 55,4 persen. Sementara itu, paslon nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiga Uno mendapat angka sebesar 37,4 persen.

Dengan demikian, Indikator mendapati dalam tempo sekitar dua pekan sebelum hari pencoblosan, 17 April 2019, elektabilitas kedua paslon masih berselisih dua digit yakni 18 persen.

“Ini simulasi dua pasangan pakai kertas suara persis yang kita sampaikan simulasi kertas suaranya dengan apa yang akan dialami pemilih waktu tanggal 17 April nanti,” kata Direktur Eksekutif Indikator, Burhanuddin Muhtadi saat merilis hasil survei di Kantor Indikator, Cikini, Jakarta Pusat, Rabu (3/4).

Selain temuan angka tersebut, Burhanudin mengatakan didapati pula kelompok yang masih belum menentukan dukungan atau biasa disebut undecided voter sebanyak 7,2 persen.
Burhanudin menjelaskan dari hasil survei terbaru lembaga survei miliknya ini, pemilih yang belum menentukan arah dukungan jumlahnya semakin berkurang. Ia mengatakan temuan pada sebelumnya yakni Desember 2018 sebesar 9,2 persen dan Oktober 2018 sebesar 17 persen.

TAG